News

sewakantor-update.com

5 G Bisa Dongkrak Gaming dan Otomotif

5 G Bisa Dongkrak Gaming dan Otomotif

Jaringan telekomunikasi terus berkembang hingga saat ini sesuai dengan perkembangan jaman serta perkembangan teknologi. Diawali dari 2G, 3G, 4G hingga 5G. Teknologi 2G sendiri diadaptasi sejak akhir tahun 90 an. Terus berlanjut hingga jaringan 4G sampai saat ini. Bahkan jaringan 5G akan segera dirampungkan pada tahun 2020 mendatang. Dibandingkan jaringan 4G, 5G memiliki keunggulan dari segi teknologi. Benefit yang dihasilkan 5G pun lebih banyak dari sisi provider itu sendiri, pemerintah, para mitra dan para penggunanya.

Jaringan 5G jelas memberikan koneksi internet yang lebih cepat dibandingkan 4G LTE. Sudah diuji coba jaringan 5G di tahun 2017 lalu, dan hasilnya terbukti cukup cepat. Dari segi biaya, 5G lebih efisien, walopun untuk 4G sendiri sudah efisien baik untuk provider itu sendiri maupun dari pengguna. Dari konsumsi daya baterai, 5G lebih hemat. 5G hanya mengkonsumsi sedikit daya baterai dibandingkan 4G. Diperkirakan, 5G akan terus berkembang dengan pendapatan USD 12 Triliun di tahun 2035 mendatang untuk provider.

Ibarat dua mata pisau, teknologi memiliki tak hanya kelebihan tetapi juga kekurangan. Nah, teknologi 5G termasuk diantaranya. Meskipun teknologi ini diteliti dan dikonsep untuk menyelesaikan semua masalah sinyal radio dan kesulitan dunia mobile, namun karena beberapa alasan keamanan dan kurangnya kemajuan teknologi di sebagian besar wilayah geografis, teknologi ini juga tak lepas dari kekurangan.

Terlepas dari kekurangannya, Jaringan 5G menawarkan kecepatan yang lebih baik dari pendahulunya. Kendati begitu, jaringan ini lebih diperuntukkan bagi kalangan industri. Hal tersebut diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dia mengatakan, 5G tidak begitu berdampak bagi konsumen secara langsung. Sebab, peruntukan awal jaringan ini untuk adalah untuk industri. Kominfo sendiri telah menyiapkan rencana pemanfaatan jaringan ini. Salah satunya menggandeng Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk membuat kawasan industri khusus.

Dampak Jaringan 5G

5 G Bisa Dongkrak Gaming dan Otomotif

Dalam rangka mendorong 5G, kita semua harus leap frog tak cuma dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi infrastruktur dan aplikasinya. Maka itu, kita Kominfo mengajak Kemenperin bangun kawasan industri khusus ini. Kawasan industri ini akan ditopang teknologi 5G, berfokus kecerdasan buatan (AI), perangkat robotik, dan masih banyak lagi. Kawasan industri tersebut akan terfokus dalam lima sektor. Adapun sektor yang dimaksud meliputi elektronik dan otomotif, makanan dan minuman, tekstil dan clothing, footwear, dan kimia.

Implementasi dan realisasi jaringan 5G di Indonesia masih terbentur oleh ketidaksiapan regulasi. Indonesia diprediksi masih membutuhkan beberapa tahun lagi agar dapat sepenuhnya mengadopsi teknologi generasi kelima ini. Meskipun begitu, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, optimis bahwa jaringan 5G di Indonesia nantinya akan dapat diimplementasikan pada beragam sektor di Indonesia.

President Director Ericsson Indonesia & Timor Leste Jerry Soper memaparkan bahwa sektor-sektor tersebut adalah otomotif, hiburan, gaming, mobile broadband, smart home, dan shipping alias logistik pengiriman barang. Ia kemudian menjelaskan bahwa sektor gaming pun tak dapat bisa dikesampingkan begitu saja. Apalagi, jika nantinya jaringan 5G telah diimplementasikan di Tanah Air. Menurut Jerry, jaringan 5G akan menurunkan angka latency saat bermain game secara online sehingga pemain tak akan mengalami lag atau gangguan sinyal di tengah permainan.

Tak hanya sektor gaming, Jerry juga menilai jaringan 5G akan memberi dampak signifikan pada sektor mobile broadband. Dengan kecepatan transfer data yang semakin cepat, Jerry memprediksi bahwa untuk mengunduh 1 GB data nantinya hanya akan membutuhkan beberapa detik saja. Berbeda dengan kondisi saat ini yang masih membutuhkan waktu lebih lama. Sektor terakhir yang diprediksi akan melejit adalah pengiriman barang (shipping). Menurut Jerry, jika 5G sudah digunakan sepenuhnya, urusan pengiriman akan dilakukan menggunakan drone atau pesawat nirawak. Kendati demikian, Jerry menekankan bahwa yang terpenting saat ini adalah ketersediaan infrastruktur dan regulasi yang dapat mempermudah penetrasi jaringan 5G di Tanah Air.

Artikel by : https://sewakantor-update.com

Related News :

Jangan Pinjam Uang Online Sebelum Pahami Hal Ini

Ini Bahayanya Meninggalkan Ponsel di Mobil

WhatsApp chat