News

sewakantor-update.com

Mau Bisnis Jual Beli Tanah? Cari Tahu Risikonya Dulu

Mau Bisnis Jual Beli Tanah? Cari Tahu Risikonya Dulu

Berbisnis merupakan salah satu mata pencaharian yang diminati masyarakat. Berbisnis mendatangkan untung lebih cepat daripada bekerja sebagai pegawai di tempat usaha orang lain. Jenis bisnis yang seperti tidak ada matinya adalah bisnis jual beli tanah. Tanah merupakan properti yang mendatangkan keuntungan sangat besar. Harga tanah cenderung naik tiap tahunnya tanpa terpengaruh inflasi.

Bisnis jual beli tanah sangat dipengaruhi oleh perkembangan kepadatan penduduk. Tanah merupakan investasi jangka panjang. Jika hari ini tanah yangg Anda beli beharga murah dan sepi, Anda jangan khawatir karena harga tanah Anda akan naik seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah. Dalam bisnis ini dibutuhkan orang yang cukup sabar untuk mendapatkan keuntungan besar dari jual beli tanah yang tidak bisa dijual dalam waktu cepat. Hal ini dikarenakan pertimbangan risiko dari jual beli tanah. Berikut beberapa risiko bisnis jual beli tanah yang harus Anda ketahui.

Perputaran Laba yang Lama

Bisnis tanah tidak bersifat likuid seperti reksadana, saham, atau emas. Tidak bersifat likuid berarti tanah tidak bisa langsung dijual dengan cepat. Penjualan tanah bergantung pada harga dan lokasi. Lokasi yang tidak strategis atau sepi peminat dapat mempengaruhi harga tanah yang stagnan sehingga Anda tidak bisa mendapat untung yang banyak. Selain itu faktor banjir atau susah air saat musim kemarau juga membuat lahan tersebut tidak prodiuktif untuk dijual. Alhasil, Anda membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapat laba saat tanah Anda belum laku.

Risiko Disalahgunakan Orang Lain

Saat tanah yang menjadi lahan bisnis Anda tidak produktif serta jarang diawasi, maka besar kemungkinan orang-orang memanfaatkan tanah tersebut untuk kepentingan pribadi. Banyak kasus orang-orang yang mendirikan bangunan di tanah milik orang lain saat ini. Hal ini akan menjadi masalah yang cukup rumit dan menghambat bisnis tanah Anda. Tak jarang orang-orang mengalami sengketa dan berakhir di meja hijau.

Aset Tidak Produktif

Salah satu kerugian dari bisnis jual beli tanah adalah tanah bukanlah aset produktif. Tanah berbeda dengan bisnis properti lainnya seperti ruko, rumah kontrakan, atau appartemen. Properti seperti itu tetap dapat memberikan laba lewat biaya sewa yang dibayarkan konsumen kepada Anda. Sementara itu, tanah tanpa bangunan apapun tidak dapat memberikan hasil yang produktif kepada Anda sampai tanah tersebut dibeli.

Proses Hukum yang Rumit

Salah satu risiko yang besar dalam bisnis jual beli tanah adalah proses Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB). Tidak banyak masyarakat yang mengetahui prosedur PPJB atau yang lebih dikenal dengan balik nama ini. Ketidaktahuan ini dimanfaatkan berbagai pihak untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Jika pihak pembeli tidak melakukan proses PPJB, maka ia akan dirugikan dengan kepemilikan tanah yang belum sah. Walaupun pembayaran sudah lunas, tanah tersebut tidak sah dimiliki dan tidak ada pengakuan hukum. Hal  ini berisiko tinggi untuk disalahgunahi pemilik sebelumnya dan menjadi tanah sengketa.

Bisnis jual beli tanah memang mendatangkan banyak keuntungan jika tanah yang Anda miliki berada di lokasi strategis dan berada di tengah laju perkembangan jumlah penduduk. Risiko yang tinggi bukanlah menjadi kendala yang berarti. Hal ini justru menantang Anda untuk taat hukum dalam urusan surat-menyurat. Selain itu bagi Anda yang tertantang berbisnis properti, Anda dapat membeli saham properti yang menguntungkan dan menjual saham tersebut ketika nilainya sudah meningkat dari harga beli awal.

Artikel : https://sewakantor-update.com

Related News :

4 Risiko Jika Ibukota Pindah

Pemindahan Ibu Kota Bawa Berkah Bagi Pengembangan Property

WhatsApp chat