News

sewakantor-update.com

Sering Dialami Milenial, Apa Itu Nomophobia?

Sering Dialami Milenial, Apa Itu Nomophobia?

Perkembangan teknologi di era digital saat ini telah mempengaruhi kehidupan masyarakat global, terutama para generasi milenial. Telepon genggam misalnya, yang sekarang telah berkembang dengan sebutan smartphone. Kecanggihan smartphone masa kini telah membuat masyarakat memiliki ketergantungan terhadap smartphone. Smartphone yang kini dilengkapi banyak aplikasi yang mendukung kegiatan sehari–hari.

Tidak hanya sekedar alat komunikasi, smartphone dapat menunjang kebutuhan hidup yang lain. Seperti untuk membayar tagihan, alat pembayaran, hingga kebutuhan hiburan seperti game, kamera, dan aplikasi lainnya yang sangat inovatif. Hal ini menimbulkan kecanduan bagi penggunanya. Saat ini masyarakat benar-benar tidak bisa terlepas dari adanya smartphone. Smartphone selalu dibawa dalam melakukan berbagai aktifitas, mulai dari pergi ke berbelanja, pergi ke kantor, bahkan hanya untuk pergi ke toilet. Peristiwa seperti ini kini telah memiliki sebutan, peristiwa ini disebut sindrom Nomophobia.

Nomophobia berasal dari kata no-mobile-phone-phobia, yang memiliki arti ketakutan  berlebih ketika seseorang tidak dekat dengan telepon genggamnya. Seseorang akan menjadi mudah cemas ketika ia meletakan smartphonenya, sehingga ia terus membawa smartphonenya kemanapun ia pergi. Sindrom ini mulai diperkenalkan pada tahun 2010 oleh YouGov di Britania Raya dan disimpulkan sebanyak 2.163 orang terdeteksi sindrom ini.

Penelitiannya membuktikan bahwa 58% pria dan 47% wanita merasa khawatir saat mereka kehilangan smartphone, kehabisan baterai, pulsa atau bahkan jaringan internet, sedangkan 9 % sisanya merasa gelisah ketika mendapati smartphonenya mati.  Sindrom ini tentu berdampak pada kehidupan seseorang. Berikut dampak Nomophobia pada kehidupan seseorang.

  • Menjadi Mudah Stress

Nomophobia sangat mempengaruhi kondisi psikologis penderitanya. Seseorang Nomophobia akan mudah mengalami stress. Emosi seorang penyidap Nomophobia sangat tidak stabil apalagi jika seseorang tersebut kehilangan smartphonennya. Tentu hal ini akan menimbulkan stress bagi penderits Nomophobia.

  • Insomnia

Dampak dari stress yang terjadi pada penderita Nomophobia juga akan menimbulkan adanya Insomnia, yaitu gejala sulit tidur. Selain itu penderita Nomophobia juga tidak bisa jauh dari smartphonenya saat hendak tidur. Pengidap Nomophobia akan memiliki kecendrungan  untuk selalu menggunakan smartphonenya sehingga waktu tidur pun tersita dan menyebabkan Insomnia. Saat tidur pengidap Nomophobia juga akan menaruh smartphonenya tidak jauh dari tempat ia tidur.

  • Kehilangan Fokus

Dampak lain dari Nomophobia adalah tingkat fokus pada pikiran seseorang akan berkurang. Seorang pengidap Nomophobia akan memiliki keterkaitan yang tinggi untuk selalu fokus pada smartphonenya. Sehingga pengidap Nomophobia akan kehilangan fokus akan lingkungan sekitarnya. Salah satu contoh kejadiannya adalah saat seorang pengidap Nomophobia mengendarai kendaraan. Hal berbahaya bisa saja terjadi apabila pengendara hanya fokus pada smartphone, tidak menuntut kemungkinan terjadi kecelakaan. Kehilangan fokus karena pengidap Nomophobia juga bisa terjadi pada seseorang yang bekerja sebagai operator alat berat atau seorang pekerja lapangan. Itulah sebabnya mengapa terdapat beberapa tanda larangan menggunakan smartphone di tempat-tempat tertentu. Hal ini terjadi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Produksivitas Menurun

Seorang Nomophobia cenderung akan menghabiskan waktu yang ia miliki untuk menggunakan smartphonenya. Hal inilah yang akan membuat produksivitas seorang pengidap Nomophobia menurun. Seorang pengidap Nomophobia akan mengalami fokus yang terpecah, hal ini memicu manajemen waktu yang buruk dan menurunnya tingkat kualitas pekerjaan. Hal ini terjadi karena seorang pengidap Nomophobia akan lebih mementingkan kehidupan maya daripada kehidupan nyata.

  • Kurang Bersosialisasi

Waktu yang dihabiskan hanya pada smartphone akan membuat seorang pengidap Nomophobia jarang untuk bersosialisasi secara langsung. Mereka lebih tertarik untuk bersosialisasi secara online atau yang biasa disebut chatting. Hal ini kakan membuat sorang Nomophobia kehilangan rasa simpati terhadap sesama manusia. Selain itu pengidap Nomophobia juga akan terlihat lebih egois akan kehidupannya. Jika mereka diharuskan bersosialisasi secara langsung, mereka akan terlihat gugup dan tidak percaya diri.

Dampak Nomophobia sangat banyak berpengaruh pada psikologis seseorang. Sebenarnya tak hanya psikologis, namun masih banyak dampak negatif lainnya dai Nomophobia. Jika tanda-tanda nomophobia sudah mulai terjadi, ada baiknya segera diatasi sebelum dampak negatif mengganggu banyak aspek kehidupan.

Artikel : https://sewakantor-update.com

Related News :

Transpark Juanda, Investasi Yang Menarik Buat Kaum Milenial

STNK Baru Jadi Alat Pembayaran, Konsumen Bisa Pilih Bank

WhatsApp chat