News

sewakantor-update.com

STNK Baru Jadi Alat Pembayaran, Konsumen Bisa Pilih Bank

STNK Baru Jadi Alat Pembayaran, Konsumen Bisa Pilih Bank

Setelah meluncurkan Smart SIM yang memiliki chip sebagai uang elektronik, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan mengeluarkan STNK baru yang bisa dijadikan alat pembayaran. Jangan heran, jika nanti Anda dapat melakukan transaksi digital menggunakan STNK berbentuk kartu. Walau bagaimanapun, belum jelas waktu peluncuran STNK pintar dan canggih tersebut karena sepertinya pihak kepolisian hanya mencoba melempar isu ini sebagai sebuah rencana yang perlu disosialisasikan.

Menurut Direktur Registrasi Identifikasi (Regident) Korlantas Polri, Brigjen Pol Halim Pagarra, saat ini pihak Korlantas Polri sedang gencar mengadakan diskusi grup terpumpun. Diskusi ini menghadirkan pihak-pihak terkait untuk melakukan kajian terkait proses pengubahan STNK baru ini. Fungsi kartu STNK nanti tidak hanya sekadar sebagai bukti kepemilikan kendaraan. Namun, penanaman chip di dalam kartu akan membuat e-STNK semakin canggih.

Beragam Fungsi dan Bentuk Terbaru

Saat ini bentuk STNK dikenal masyarakat berbentuk surat yang menunjukkan nomor kendaraan dan bukti pelunasan yang disimpan di dalam kantong plastik. Hal ini sering berisiko rawan rusak, lecek, atau hilang. Bentuk STNK yang cukup besar membuat masyarakat umum susah untuk menyimpannya di dalam dompet. Nantinya, STNK akan berbentuk kartu yang lebih tebal dan bisa disimpan di dompet bersama kartu-kartu penting lainnya. Adanya chip yang ditanam di dalam kartu STNK terbaru ternyata tanpa alasan.

Kartu ini tidak hanya menyimpan data pribadi, kartu ini juga terintegrasi dengan layanan pembayaran tol, parkir, dsb. Juga, kabarnya pembayaran pajak dan tilang dapat dilakukan secara digital menggunakan kartu STNK ini. Anda dapat menyimpan saldo dan memilih bank untuk mengintegrasikannya dengan STNK. Selain itu, Anda dapat melakukan beragam pembayaran dengan e-STNK.

Tidak Rawan Pemalsuan

Selain mudah rusak atau hilang, STNK yang saat ini masih berbentuk konvensional, sangat rawan pemalsuan. Hal ini dipengaruhi pencatatan dan penyimpanan data masih manual sehingga mudah untuk ditiru atau dipalsukan. STNK elektronik nantinya akan berbentuk mutakhir dan dilengkapi dengan fitur-fitur digital. Pembacaan data dapat dilakukan dengan alat khusus sehingga susah untuk dipalsukan secara manual dan konvensional. Untuk menghindari risiko pemalsuan, STNK terbaru nanti akan dilengkapi fitur keamanan di dalam kartunya.

Alat Khusus Sebagai Pelengkap

Tak hanya chip, kartu STNK akan dilengkapi oleh alat khusus yaitu card reader. Card reader dapat membantu petugas untuk melihat masa berlaku STNK dan kelunasan pembayaran pajak kendaraan. Perubahan bentuk kartu STNK akan membuat sistem pekerja lapangan lebih efisien. Biasanya dalam proses razia, banyak masyarakat yang tidak membawa STNK, dengan bentuk yang lebih efisien maka masyarakat bisa membawa STNK dengan lebih mudah. Petugas juga lebih cepat dalam melakukan pengecekan STNK dengan bantuan Card Reader. Sehingga proses razia akan lebih lancar dan efektif.

Proses Pemblokiran STNK

Proses pemblokiran STNK dapat dilakukan secara online. Pemblokiran dapat dilakukan melalui aplikasi Samolnas yang sedang disiapkan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD). Aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam melakukan pelaporan kendaraan yang telah beralih kepemilikan tanpa harus mengunjungi Samsat. Pemblokiran sangat penting dilakukan mengingat adanya pajak progresif. Pajak progresif dikenakan kepada setiap orang yang memiliki lebih dari satu kendaraan baik berupa motor ataupun mobil.

STNK terbaru terntunya memiliki fitur terbaru yang semakin memudahkan masyarakat. Rencananya Korlantas Polri akan meluncurkan kartu pintar ini pada 2021 mendatang. Nah, sudah siapkah Anda untuk merasakan kemajuan teknologi lewat STNK?

Artikel : https://sewakantor-update.com

Related News :

4 Risiko Jika Ibukota Pindah

Alasan Investasi Emas di Pegadaian, Mudah dan Banyak Pilihan

WhatsApp chat